Sejarah SMA Xaverius Ambon

Sejarah SMA Xaverius Ambon

Pencetusan awal berdirinya SMA Xaverius berdasarkan adanya suatu kebutuhan dari masyarakat sekitar terlebih orang tua / wali siswa yang sangat mengaharapkan setelah lembaga pendidikan dibawahnya berdiri terlebih dahulu (TK, SD, SLTP Xaverius). Yayasan Pendidikan St. Theresia memperhatikan kebutuhan tersebut dan merasa terpanggil untuk merealisasikan visi dan misinya dengan mendirikan SMA Katolik Santo Fransiskus Xaverius sebagai sekolah lanjutan bagi lulusan SLTP Xaerius dan Lembaga pendidikan SMP lainya di kota Ambon.

Tanggal 1 Agustus 1962 resmilah SMA Katolik Santo Fransiskus Xaverius berdiri dengan statusnya saat itu “Tercatat” dan Pastor F. Dumatubun, MSC sebagai Kepala Sekolah pertama, dengan jumlah siswa angkatan pertamanya terbatas yang terbagi dalam 2 kelas. SMA Xaverius di tahun perrtama menerima siswa baru dengan dua kelas paralel dengan pembagian berdasarkan jenis kelamin. Jadi untuk kelas A seluruhnya siswa laki-laki, sedangkan sebaliknya kelas B seluruhnya perempuan. Pola pembagian ini tidak hanya di dalam ruang kelas, tetapi juga ketika jam untuk istirahat. Laki-laki di lokasi tersendiri dan terpisah dengan perempuan. Staf pengajar pada saat itu masih beberapa saja dan statusnya pun masih sebagai guru di sekolah lain atau punya kesibukan lain selain mengajar di SMA. Walaupun begitu, satu hal yang perlu dicacat ialah dedikasi dan pengorbanan mereka yang sungguh tulus untuk anak-anak didik dan perkembangan persekolahan Xaverius ke depan.

Proses belajar mengajar masih “satu atap”. Bahkan dulu masih menumpang di gedung SD Katolik Santo Fransiskus Xaverius. Praktis segala pelengkapan dan kebutuhan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), dipinjam dari milik SD Xaverius. Disela-sela kesibukan para siswa dan guru serta Kepala Sekolah, dari lantai tiga mereka selalu memandang perkembangan pembangunan gedung SMA yang berada kurang lebih 25 m, dimulai dari memasang pondasi. Dengan melihat pondasi yang telah dibangun, muncllah hasrat guru dan para siswa, kapan bisa menikmati SMA Xaverius ?

Penantian hari demi hari untuk dapat belajar dengan situasi yang mendukung akhirnya tiba. Gedung sekolah telah berdiri dan diberkati oleh Mgr. Andreas Petrus Sol, MSC., – Uskup Amboina – pada tanggal 01 Agustus 1962. Fasilitas sekolah yang dulu hanya meminjam, sedikit demi sedikit SMA Xaverius mulai dapat membeli dan memiliki sendiri serta ada pula yang berasal dari sumbangan para donatur.

Mendirikan organisasi / lembaga sangatlah mudah namun untuk mengembangkan secara kontiniu, memajukannya serta menjadikannya bermutu sangatlah sulit. Doa, kegigihan, perjuangan dan pengorbanan itulah yang dapat membuat organisasi / lembaga tersebut bertahan. SMA Katolik Santo Fransiskus Xaverius mencoba selalu mengusahakan beberapa hal di atas hingga memberanikan diri mengajukan Akreditasi pada tahun 1967, status yang dulu ‘Tercatat’ berubah menjadi ‘Disamakan’. Sebelum sampai pada lembaga Pendidikan yang “Disamakan”, SMA Xaverius melewati beberapa perjuangan. Pada tahun 1967 SMA Xaverius mendapat piagam pengakuan sebagai SMA Swasta Penuh dari Inspektorat SMA Direktorat Pendidikan Umum Departemen Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Nomor : 332 / 693, tanggal 3 Juni 1967.

Bulan Oktober 1984 SMA Xaverius kembali diakreditasi dan tahun 1985 ditetapkan status akreditasinya “diakui” dengan SK Dirjen Dikdasmen Depdikbud RI Nomor : 007 / C / Kep / I . 85 tanggal 17 Januari 1985.
Oktober 1989 diadakan akreditasi ulang dan dengan SK Dirjen Dikdasmen Depdikbud RI Nomor : 009 / C / Kep / I / 90 tanggal 20 Januari 1990 ditetapkan status akreditasnya “disamakan”.
Tahun 2010 diadakan akreditasi ulang dengan menggunakan instrumen 8 Standar Nasional Pendidikan dan dengan SK Badan Akreditasi Nasional Sekolah / Madrasah Aliyah (BAN – S / P) tertanggal 30 November 2009 ditetapkan kualifikasi akreditasi sekolah adalah : A (Amat Baik). Berbarengan dengan itu, SMA Xaverius ditetapkan sebagai Sekolah Model di Provinsi Maluku. Pijakan awal sebagai salah satu rangkaian proses ini mendorong SMA Xaverius dan seluruh komponen didalamnya untuk selalu berkembang dan juga mampu menjawab tantangan zaman serta dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya dunia pendidikan.

Perkembangan yang secara nyata dapat kita lihat adalah jumlah siswa yang setiap tahunnya selalu terjadi peningkatan, beberapa fasilitas yang mengalami perkembangan seperti : Ruang Perpustakaan, Ruang Lab. Bahasa, Ruang Lab. Komputer, Ruang Lab. Kimia, Ruang Lab. Biologi, Ruang Musik. Walaupun demikian, semuanya itu tidak selalu dapat berjalan dengan mulus, tetapi hambatan / kesulitan datang silih berganti mengisi hari-hari di SMA tercinta ini.

Pada tahun ini (2017), SMA Xaverius Ambon kembali mempertahankan kualaifikasinya berdasarkan SK Badan Akreditasi Nasional No. . . . . . dan tetap menyandang tugas dan tanggung jawab sebagai salah satu Sekolah Model di Provinsi Maluku.

Puji syukur kehadirat Tuhan, bahwa sampai saat ini masih dapat mengusahakan jalan keluarnya. Semoga segala upaya yang dilakukan sejak awal dapat terus dipertahankan, dikembangkan, dan mampu memenuhi tuntutan masyarakat serta dapat selalu mengikuti prospek iptek yang selalu berkembang. Akhirnya, diucapkan SELAMAT ULANG TAHUN YANG KE-50 UNTUK SMA XAVERIUS, semoga tetap yang terdepan dalam memajukkan pendidikan di Negeri kita tercinta ini.

“Jangan Bebani Diri Dengan Masa Lalu,Hadapilah Hari Ini Apa Adanya”